Karni Ilyas, Selalu Nomor Satu

Karni Ilyas, pemimpin redaksi Tv One atau akrab disapa Bang Karni atau Bang One sudah tidak asing kita dengar, hampir semua wartawan mengenal sosok beliau. Belakangan wajahnya sering muncul di Tv One dalam sejumlah acara Talk Show yang dipandunya. Kali ini saya berkesempatan untuk betatap muka langsung dan berjabat tangan dengan Bang Karni.Bang Karni hadir sebagai pembicara dalam sebuah acara kuliah umum yang bertajuk “Kuliah Tamu Tv One”,  hasil kerjasama Tv one dengan Universitas Udayana yang bertempat di gedung Widya Sabha, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (20/05) sekaligus bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 103.

Setelah sambutan dari Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM). Bang Karni kemudian tampil sebagai pembicara dihadapan dekan serta dosen yang turut mendampingi mahasiswa dari berbagai jurusan. Pada kesempatan itu Rektor tidak berkesempatan untuk ikut sepenuhnya mengikuti acara tersebut dikarenakan ada hal yang harus didahulukan.

Bang Karni berkisah jika dirinya dulu datang dari Sumatera ke Jakarta sudah berbekal tekad yang bulat yakni ingin menjadi seorang wartawan. Akhirnya cita-citanya tercapai di usianya yang ke- 20 sudah menjadi  seorang wartawan. Tampaknya Bang Karni memang ditakdirkan dekat dengan dunia jurnalistik. Sampai akhirnya malang melintang di dunia media cetak dan media layar kaca.

Bang Karni, bisa menjadi seorang yang sukses karena ia selalu bekerja keras, never give up… tidak mudah menyerah, katanya. Sampai sekarang ia ingin mengabdikan dirinya untuk mengelola media massa yang hampir bisa dipastikan tumbuh, maju dan berkembang.

Saya tidak ingin kaya, yang saya inginkan bukan jabatan Menteri tapi jadi nomor satu di dunia media massa karena baginya bisa bermanfaat untuk orang banyak. Ketika dulu ia berada di Mekah sempat memanjatkan doa, hanya satu yang diminta, “  Tuhan, panjangkanlah umur saya agar saya bisa bermanfaat untuk orang banyak ”.

Sistem rekrutment presenter ia lebih mengedepankan kwalitas sumber daya manusia (SDM) bukan semata-mata dari wajah cantik atau gagah. Walaupun sebelumnya ia sempat mengedepankan sisi fisik ternyata paradigma itu ternyata salah. Kini ia tidak memandang sisi fisik, ia lebih mengutakanan bobot serta kecerdasan calon presenter.

Kerap kali staff atau presenter baru selalu ditanya tentang apa headline berita hari ini serta cover story dalam sebuah tabloid. Ia lebih menekankan agar anak buahnya selalu untuk baca dan tambah pengetahuan.

Sebagai seorang pimpinan ketika berhadapan langsung dengan bawahan ia paling tidak suka terhadap bawahan yang miliki sifat penjilat, menyanjung-nyanjungnya. Karena sifat tersebut hanya di miliki oleh orang pengkhianat yang sekedar hanya untuk memanfaatkan jabatannya saja.

Dari tekadnya yang bulat, dia mengatakan akan tetap berkarya di bidang jurnalistik. “Saya akan terus bekerja di jurnalistik. Kalaupun nanti saya mati, lalu ber-reinkarnasi, saya akan tetap jadi wartawan,” ujarnya sambil tertawa lebar.

Biodata

Nama : Sukarni Ilyas, SH.
Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 September 1952
Pendidikan :
- SDN 3, Padang (1959-1965)
- SMPN V, Padang (1965-1968)
- SMEAN I, Padang (1968-1971)
- Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1972-1973)
- Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta (1975-1984)

Karir :

Karni memulai kariernya sebagai wartawan harian Suara Karya pada tahun 1972. Ia kemudian pindah ke Majalah Tempo tahun 1978 sampai menduduki jabatan sebagai Redaktur Pelaksana. Kepiawaiannya dalam bidang hukum membuat Karni ditugaskan untuk memimpin Majalah Forum tahun 1991-1999. Tahun berikutnya Karni memegang posisi sebagai Komisaris Majalah tersebut.
Ia memimpin Liputan 6 SCTV sejak tahun 1999-2005. Di televisi ia menemukan dunia baru yang ternyata luar biasa baginya. Ia terpacu ketika berhadapan dengan waktu tenggat berita yang bisa muncul setiap saat. Dunia baru inilah yang membuatnya memiliki jargon bahwa kekuatan televisi adalah kecepatan, kecepatan, dan kecepatan. Dalam tempo hanya enam tahun, ia berhasil mengantarkan Liputan 6 SCTV menjadi program berita terkemuka di Tanah Air.
Karni hijrah ke Anteve tahun 2005. Berkat tangan dinginnya, banyak tayangan ekslusif lahir dari liputan dan ketajaman naluri kewartawanannya. Tak jarang dalam liputan-liputan tersebut ia sekaligus menjadi reporternya. Tahun 2007, ia dipercaya membenahi TV Oneyang baru saja diambil alih Keluarga Bakrie. Pada stasiun televisi ini, Karni menjabat sebagai Direktur Pemberitaan atau Pemimpin redaksi news dan sports.

* Sumber Biodata : berbagai tulisan
* Sumber Karir : http://id.wikipedia.org
About these ads
This entry was posted in Story and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s