Kode Etik dan Panca Bhakti RAPI

Kode Etik

  1. Seorang anggota RAPI berjiwa Perwira
  2. Seorang anggota RAPI berjiwa Setia
  3. Seorang anggota RAPI berjiwa Patriot
  4. Seorang anggota RAPI berjiwa Stabil
  5. Seorang anggota RAPI berjiwa Ramah Tamah
  6. Seorang anggota RAPI berjiwa Taat

Panca Bhakti

  1. Seorang anggota RAPI harus rendah hati
  2. Seorang anggota RAPI harus energic
  3. Seorang anggota RAPI harus peka dan tanggap terhadap Aspek Sosial Kemasyarakatan
  4. Seorang anggota RAPI harus mempunyai daya juang yang menonjol pada Bangsa dan Negara Republik Indonesia
  5. Seorang anggota RAPI harus berjiwa Gotong Royong

Etika Berkomunikasi

A. Komunikasi Point to Point

  1. Memantau dahulu / memonitor pada frekwensi / kanal yang diinginkan
  2. Wajib menyebutkan 10-28 (callsign) & 10–20 (posisi / tempat) memancar
  3. Menyebutkan 10-28 dan biasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan
  4. Memberikan kesempatan / prioritas kepada penyampai berita-berita yang penting
  5. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  6. Mengatur jalur / kanal apabila muncul pertama kali di kanal / frekwensi
  7. Apabila jalur / kanal sibuk sementara butuh komunikasi agak panjang dengan seseorang, sebaiknya bergeser (tidak memonopoli kanal/ frekwensi)
  8. Menggunakan Kode Ten (kode 10) untuk efisiensi komunikasi
  9. Membiasakan menulis di Log Book, dicatat dengan siapa berkomunikasi dan kapan / tanggal dan waktu komunikasi dilakukan
  10. Menggunakan Nama Panggilan Juliet Zulu, No Daerah dan Suffiknya, contoh JZ12AR
  11. Dilarang menjadi net pengendali apabila sedang dalam statiun bergerak

B. Komunikasi melalui Repeater / pancar ulang

  1. Memonitor dahulu selama 3-5 menit
  2. Memperhatikan siapa yang sedang berkomunikasi
  3. Memperhatikan apa yang sedang dikomunikasikan. (penting/tidak)
  4. Masuk pada spasi atau interval (tidak perlu menggunakan kata break atau contact), dengan menyebutkan Callsign (10-28) dan apabila ingin berkomunikasi / memanggil seseorang, langsung memanggil dengan menyebut 10-28 orang yang dipanggil (contoh: JZ12AR memanggil JZ12DM, maka pada jeda spasi JZ12AR langsung masuk dengan mengatakan: JZ12DM, JZ12AR 10-25)
  5. Tidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti / difahami
  6. Berkomunikasi seperti pada kanal / frekwensi kerja biasa
  7. Apabila ada hal yang bersifat darurat / emergency silahkan gunakan interupsi pada spasi / interval.
  8. Jangan memonopoli frekwensi dengan berkomunikasi hanya dengan satu orang, dan selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mau menggunakan pancar ulang
  9. Membiasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan.
  10. Memberikan kesempatan kepada pengguna di lapangan / stasiun bergerak yg menggunakan perangkat dengan kemampuan terbatas
  11. Mengutamakan / memberikan kesempatan pada pembawa berita yg bersifat emergency / darurat
  12. Tidak dianjurkan berkomunikasi melalui repeater dengan menggunakan peralatan penguat mikrofon seperti: Echo, ALC, dsb – karena audio justru akan menjadi melebar dan tidak nyaman bagi orang lain yg mendengarkan.

C. Penggunaan kata INTERUPSI

  1. Apabila mau memotong / menyela pembicaraan disebabkan ada sesuatu informasi yang penting, gunakan pada saat jeda komunikasi atau spasi, kemudian masuk dengan menyebutkan identitas diri, Contoh : JZ12AR interupsi … dan yang sedang berkomunikasi sebaiknya mempersilahkan yg menginterupsi menggunakan frekwensi
  2. Setelah selesai kepentingannya sebaiknya dikembalikan pada pengguna sebelumnya dengan mengucapkan : Terima Kasih
  3. Kata Break atau Contact sebaiknya tidak dipakai, baik untuk keperluan menyela pembicaraan maupun apabila hanya ingin bergabung didalam pembicaraan / komunikasi
  4. Apabila tidak ada sesuatu yang penting dan hanya ingin bergabung maka pada saat jeda / spasi cukup menyebutkan identitas diri, Contoh: JZ12AR masuk / bergabung atau cukup dengan menyebut JZ12AR saja
  5. Apabila mengetahui ada yang mau bergabung, pengguna sebelumnya sebaiknya juga merespon, Contoh: Terdengar JZ12AR, mohon bersabar satu dua kesempatan

PENGGUNAAN STASIUN KRAP

  1. Stasiun KRAP hanya boleh digunakan untuk komunikasi radio dalam negeri
  2. Stasiun KRAP dapat digunakan untuk kegiatan :
    a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan antar sesama anggota;
    b. Pembinaan, penyuluhan dan kegiatan RAPI;
    c. Bantuan komunikasi dalam rangka kegiatan kepramukaan, olah raga, sosial kemasyarakatan dan kegiatan kemanusiaan lain;
    d. Penyampaian berita marabahaya, bencana alam, dan pencarian dan pertolongan (SAR).
  3. Kegiatan KRAP di luar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam point (1) yang kegiatannya berskala nasional harus mendapat persetujuan Direktorat Jenderal sedang kegiatan yang berskala Daerah harus mendapat persetujuan Kepala Dinas Propinsi
  4. Dalam kegiatan KRAP wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Stasiun KRAP dilarang digunakan untuk :
    a. Memancarkan berita yang bersifat politik, SARA, dan atau pembicaraan lainnya dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban;
    b. Memancarkan pemberitaan / berita yang bersifat komersial;
    c. Memancarkan berita sandi kecuali kode-10 (ten-code);
    d. Berkomunikasi dengan stasiun KRAP yang tidak memiliki izin atau stasiun radio lain selain stasiun KRAP;
    e. Disambungkan dengan jaringan telekomunikasi lain milik penyelenggara telekomunikasi;
    f. Memancarkan berita merabahaya atau berita lain yang tidak benar;
    g. Memancarkan informasi yang tidak sesuai peruntukannya sebagai sarana komunikasi radio antara lain memancarkan musik-musik, menyanyi, pidato, dongeng, pembicaraan asusila.
  6. Stasiun KRAP atau perangkat KRAP dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk kepentingan dinas instansi pemerintah/swasta.
  7. Stasiun KRAP dilarang digunakan di atas kapal laut atau di pesawat udara
  8. Stasiun KRAP dengan seizin pemiliknya dapat digunakan oleh pemegang IKRAP lainny dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku
  9. Stasiun KRAP meskipun dengan sepengetahuan pemiliknya tidak diizinkan untuk digunakan oleh seseorang yang tidak memiliki IKRAP
  10. Stasiun KRAP harus dapat dikenali dari nama panggilan yang setiap kali dipancarkan dengan menyebut nama panggilan (10-28) pada permulaan dan akhir komunikasi radio yang diselenggarakan, dilaksanakan paling sedikit setiap 3 (tiga) menit sekali


Ten Code

10-1
Sulit didengar // Penerimaan buruk
10-41
Mohon pindah ke jalur / channel …
10-2
Didengar jelas // Penerimaan baik
10-42
ADA KECELAKAAN DI …
10-3
Berhenti mengudara / memancar
10-43
Kemacetan lalu lintas di …
10-4
Benar // Dimengerti
10-44
Ada pesan untuk Anda
10-5
Ada pesan untuk disampaikan
10-45
Dalam jangkauan mohon melapor
10-6
Sedang sibuk kecuali ada berita penting
10-46
Memerlukan montir
10-7
Mengalami kerusakan // Tidak dapat mengudara
10-50
Mohon kosongkan jalur / channel
10-8
Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara
10-60
Apakah ada pesan selanjutnya ?
10-9
Mohon diulangi
10-62
Tidak dimengerti, melalui telepon saja
10-10
Penyampaian berita selesai
10-63
Tugas / pekerjaan dilanjutkan di …
10-11
Berbicara terlalu cepat
10-64
Pekerjaan telah selesai / bersih
10-12
Mengundurkan diri karena ada tamu
10-65
Menunggu berita lanjutan
10-13
Laporan keadaan cuaca / jalanan
10-67
Semua unit setuju
10-14
Informasi
10-69
Pesanan telah diterima
10-15
Informasi sudah disampaikan
10-70
KEBAKARAN DI …
10-16
Mohon dijemput / diambil di …
10-71
Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai
10-17
Ada urusan penting
10-73
Kurangi kecepatan di …
10-18
Sesuatu untuk kita
10-74
Tidak // Negatif
10-19
Bukan untuk Anda, harap kembali
10-75
Penyebab gangguan
10-20
Lokasi // Posisi
10-76
Dalam perjalanan ke …
10-21
Kontak / hubungan melalui telepon
10-77
Belum / tidak menghubungi
10-22
Melapor langsung ke …
10-81
Pesankan kamar di hotel …
10-23
Menunggu // Stand by
10-82
Pesankan kamar untuk …
10-24
Selesai melaksanakan tugas
10-84
Nomor telepon
10-25
Dapatkah menghubungi / kontak dengan …
10-85
Alamat
10-26
Pesanan terakhir kurang diperhatikan
10-89
Butuh montir radio
10-27
Pindah ke jalur / channel …
10-90
Gangguan pesawat televisi (TVI)
10-28
Nama panggilan // Callsign
10-91
Bicara dekat mikropon
10-29
Waktu hubungan / kontak habis
10-92
Pemancar perlu penyesuaian
10-30
Tidak menaati peraturan
10-93
Apakah frekuensi sudah tepat ?
10-31
Antena yang digunakan
10-94
Berbicara agak panjang
10-32
Laporan sinyal dan modulasi // Radio check
10-95
Mengudara dengan sinyal setiap 5 detik
10-33
KEADAAN DARURAT // EMERGENCY
10-97
Tes pada pemancar
10-34
Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini
10-99
Tugas selesai, semua orang selamat
10-35
INFORMASI RAHASIA
10-100
Akan ke kamar mandi
10-36
Jam berapa waktu yang tepat ?
10-200
BUTUH BANTUAN POLISI DI …
10-37
PERLU MOBIL DEREK DI …
10-300
BUTUH PEMADAM KEBAKARAN DI …
10-38
PERLU AMBULANS DI …
10-400
BUTUH PETUGAS KETERTIBAN UMUM DI …
10-39
Pesan sudah disampaikan
10-500
BUTUH BANTUAN PROVOST DI …
10-40
PERLU DOKTER
10-600
BUTUH BANTUAN GARNIZUN DI …
10-700
BUTUH BANTUAN S.A.R. DI …
10-800
BUTUH BANTUAN PERUSAHAAN LISTRIK DI …


Eleven Code / Kode Sebelas
Kode sandi komunikasi keadaan darurat
Disadur dari Eleven Code + dilengkapi

Kode
Artinya
11-10
Report signal
11-11
Penerimaan kurang baik
11-12
Penerimaan bagus / sempurna
11-13
Keadaan cuaca
11-14
Butuh Informasi tentang….
11-15
Pesan dimengerti
11-18
Nomor telepon
11-20
Posisi / tempat kedudukan
11-21
Percakapan lewat telepon
11-23
Standby monitor
11-24
Mobil (pengemudi) bingung
11-25
Kepadatan lalu lintas jalan
11-26
Mobil mogok
11-27
Pindah kanal komunikasi ke
11-28
Identitas diri…
11-30
Informasi keadaan di TKP
11-31
Keadaan tenang, tidak mengkhawatirkan
11-33
Situasi darurat di…(TKP)
11-35
Pesan untuk disampaikan
11-36
Jam / penunjuk waktu
11-37
Kondisi terakhir / aktual
11-41
Minta ambulan
11-42
Minta paramedis
11-44
Keadaan memburuk
11-48
Penyedia jasa transport
11-50
Semua diam selain Pengendali
11-55
Pertemuan di…
11-56
Butuh tenaga relawan
11-57
Suasana gaduh / kacau
11-58
Pengerahan massa
11-66
Trafficlight mati
11-72
Kebakaran di…
11-73
Minta dikirim mobil pemadam kebakaran
11-75
Kantor / tempat kerja.
11-76
Arah / tujuan ke…
11-77
Banjir di aliran sungai…
11-78
Banjir lokal / setempat
11-79
Ada tabrakan, ambulance sudah di jalan
11-80
Tumburan dengan luka/kerusakan serius
11-81
Tumburan dengan luka/kerusakan ringan
11-82
Tumburan dengan kerusakan bangunan
11-84
Pengatur lalulintas manual
11-85
Minta mobil derek
11-86
Ancaman bom
11-87
Ada bom ditaruh
11-98
Koordinasi didarat
11-99
Under attack, immediate assistance required


Istilah Peradioan
Singkatan dan Artinya

Singkatan
Artinya
a.c
alternating current
arus bolak balik
a.f.
audio frequency
getaran suara/bunyi
a.f.c.
automatic frequency control
pengaturan frekuensi secara otomatis
a.g.c
automatic gain control
pengatur penguatan secara otomatis
a.m.
amplitudo modulation
modulasi amplitudo
a.t.u.
automatic tuning unit
alat penyesuai frekuensi dan impendensi antene
b.f.o.
beat frequency oscillator
oscilator yang digunakan pada pesawat penerima jika menerima CW dan SSB
CB
Citizen’s Band
istilah Indonesia : KRAP
c.w.
continuous wave
berita Morse yang dikirimkan secara pancaran RF yang terputus-putus seirama dengan kode Morse
dB
decibels
unit satuan yang dipergunakan dalam perhitungan 
perbandingan intensitas atas dasar perbandingan logaritmes
                   x2
dB = 10 log -----
                   xl
d.c.
direct current
arus searah
D.F
Direction Finder
alat untuk mencari arah datangnya pancaran RF dari sebuah pemancar radio
d.s.b.
double side band
Jems kelas siaran yang dapat dipersamakan dengan a.m.
e.h.t
extremely high frequency
klasifikasi frekuensi antara 30 – 300 Mega Hertz
e.h.L
extra high tension
tegangan listrik yang sangat tinggi
e.m.f.
electro motive force
salah satu satuan yang digunakan dalam ilmu listrik
e.r.p.
effective radiated power
daya pancar efektif
f.e.t.
fiel effect transistor
transistor jenis FET
f.m.
frequency modulation
f.s.d.
full scale deflection
penunjukan jarum meter tertinggi
g.d.o
grid dip oscillator
alat untuk mengukur frekuensi resonansi dari rangkaian induktip dan kapasitip
h.f.
high frequency
klasifikasi frekuensi antara 3-Mega Hertz sampai dengan 30-Mega Hertz
h.t
high tension
tegangan listrik tinggi
Hz
Hertz
unit satuan yang dipakai dalam menyatakan nilai frekuensi
i.e.
integrated circuit
rangkaian elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang dipadukan menjadi satu dan dibentuk menjadi ujud yang sangat kecil
i.f.
intermediate frequency
frekuensi antara
I.f.
low frequency
klasifikasi frekuensi antara 30-kilo Hertz sampai dengan 300-kilo Hertz
l.o.
local oscillator
oscillator yang frekuensinya digunakan untuk digabungkan (mixing) dengan frekuensi utama
l.s.b.
lower side band
salah satu side-band yang dihasilkan oleh SSB
l.t
low tension
tegangan listrik rendah
l.u.f.
lowest usable frequency
frekuensi terendah yang dapat digunakan sebagai jalur komunikasi pada waktu tertentu
l.w.
long wave
gelombang panjang
m.u.f.
maximum usable frequency
frekuensi tertinggi yang dapat dipergunakan untuk komunikasi dengan pantulan ionosphere pada waktu tertentu
m.w.
medium wave
gelombang menengah
ab.f.m.
narrow band frequency modulation
kelas siaran FM yang menggunakan band yang sempit
p.c.b.
printed circuit board
pengawatan rangkaian elektronik yang tercetak
p. e.p
peak envelope power
daya (watt) khususnya dipakai pada SSB
p.tt
push to talk
cara berkomunikasi dengan menekan saklar bila berbicara
r.f.
radio frequency
r.f.i.
radio frequency interference
gangguan-gangguan yang menyusup ke dalam pesawat radio
r.m.s.
root mean square
unit satuan listrik yang menyatakan nilai efektip dari arus bolak-balik
RTTY
radio teletype
sistem komunikasi radio dengan telex
RX
receiver
pesawat penerima radio
s.h. f.
super high frequency
klasifikasi frekuensi antara 3-Giga Hertz sampai dengan 30-Giga Hertz
s.s.b.
single side-band
kelas siaran yang memancarkan hanya salah satu side band saja
s.w.
short wave
gelombang pendek
s. w.g.
standard wire gauge
standardisasi ukuran kawat
s.w.1.
short wave listener
hobi seperti amatir radio akan tetapi hanya mendengarkan siaran radio dan tidak pernah memancar
s.w.r.
standing wave ratio
nilai perbandingan yang dapat menentukan besarnya daya yang hilang dan daya yang terpancar
TV1
television interference
gangguan-gangguan yang menyusup ke dalam pesawat TV
u.h.f.
ultra high frequency
klasifikasi frekuensi antara 300-Mega Hertz sampai dengan 3.000-Mega Hertz
u.s.b.
upper side-band
salah satu side band yang dihasilkan oleh SSB
v.c.0.
voltage controlled oscillator
oscillator yang frekuensinya diatur oleh tegangan listrik
v.h.f.
very high frequency
klasifikasi antara 30-Mega Hertz sampai dengan 300-Mega Hertz
v.x.o.
variable crystal oscillator
oscillator kristal yang frekuensinya dapat dirubah-rubah


Cara memberikan laporan sinyal (Signaling Report)

Dalam berkomunikasi radio antar penduduk, rasanya tidak lengkap apabila kita tidak melakukan laporan sinyal kepada lawan bicara. Derajat kekuatan sinyal dapat dilaporkan sebagai berikut:

Strength (S)
1 = sinyal yang sayup-sayup
2 = sinyal yang sangat lemah
3 = sinyal yang lemah
4 = sinyal yang hampir lumayan
5 = sinyal yang lumayan
6 = sinyal yang baik
7 = sinyal yang mendekati kuat
8 = sinyal yang kuat
9 = sinyal yang sangat kuat

Cara memberikan laporan kekuatan sinyal, dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. dengan memberikan perkiraan kekuatan sinyal seperti apa yang tersebut diatas, yang selanjutnya dinyatakan dengan angka-angka 1 sampai dengan 9;
  2. atau dengan cara membaca langsung pada S-meter yang terdapat pada pesawat KRAP, S-meter tersebut biasanya terdapat angka-angka dari 1 sampai dengan 9. Untuk melaporkan penerimaan lebih dari angka 9, dapat disebutkan… dB (decibel) di atas S-9.

Nilai untuk kualitas modulasi (readability), dapat dilaporkan sebagai berikut:

1 = sama sekali tidak terbaca
2 = kadang-kadang terbaca beberapa kata
3 = dapat dibaca dengan sedikit kesukaran
4 = dapat dibaca tanpa mengalami kesukaran
5 = benar-benar dapat dibaca dengan mudah


Alfabet

ALFABET INTERNASIONAL

A
ALPHA
H
HOTEL
N
NOVEMBER
T
TANGGO
B
BRAVO
I
INDIAN
O
OSCAR
U
UNIFORM
C
CHARLIE
J
JULIET
P
PAPA
V
VICTOR
D
DELTA
K
KILO
Q
QUEBEC
W
WHISKY
E
ECHO
L
LIMA
R
ROMEO
X
X-RAY
F
FOXTROT
M
MIKE
S
SIERRA
Y
YANKEY
G
GOLF
Z
ZULU

ALFABET INDONESIA

A
AMBARAWA
H
HONGKONG
N
NURDIN
T
TEGAL
B
BANDUNG
I
INDRAMAYU
O
OSAKA
U
UTTAH
C
CALKUTA
J
JEDDAH
P
PADANG
V
VALESCIA
D
DEMAK
K
KEDIRI
Q
QUADRAT
W
WONOSOBO
E
ENDEH
L
LUMAJANG
R
REMBANG
X
XANTIPPE
F
FATIMAH
M
MADIUN
S
SOLO
Y
YOKOHAMA
G
GARUT
Z
ZANSIBAR

This entry was posted in Hobbies. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s