Adit di Usia Delapan Bulan

Karena seringnya di gendong, anak kami Adit mengalami  keterlambatan dalam perkembangn fisik. Dibanding dengan anak yang mempunyai usia yang sama. Hal itu menjadi penafsiran pada Ibunya.

Ia mampu merangkak dengan cara mundur, kami melatih dengan meletakan mainan dihadapannya sehingga ia berusaha untuk meraih dengan cara menggerakan kakinya keatas sembari mengangkat bokongnya sedikit meninggi. Benda yang ada dihadapannya berusaha diraihnya pelan.

Ucapan demi ucapan berbeda-beda muncul silih berganti. Semua ucapannya tidak memiliki maksud yang jelas. Kini ia lebih banyak mengucapkan kata mbuuuu… dengan lantang ketika bertemu ibu-ayah, kakek-nenek bahkan dengan orang yang di kenalnya.

Tidak hanya itu kata maaaaeeem ….yang kami artikan minta makan sering terucap ketika memanggil orang tuanya. Untuk mengajarkan kata itu agar lebih tepat dalam penggunaan, kami cendrung meyempurnakan kata-kata yang ia ucapkan sembari memberi perilaku yang tepat dengan kata-kata yang masih ngawur ia ucapkan.

Belum lagi kata mmmaaaakkk, disusul lagi kata baru yang terdengar asing seperti mbaaaa paaaakkk…sama mmmbaaaahhh…lagi- lagi kami selaku orang tua memilki peran untuk menyempurnakannya.

Uniknya semua kata-kata yang ia ucapkan cenderung salah dalam pemakaian, seperti lebih sering terjadi disaat ia melihat bapaknya malah terucap maamaaaaaakkk… dengan suara lantang sambil menjulurkan tangannya kearah ayahnya disertai wajah yang meringgis.

Kebiasaan  memainkan bibir disertai suara bbrrrrrr… layaknya suara kendaraan bermotor  kadang masih terucap. Sebagai aktifitas yang tak kunjung hilang hingga sekarang ia masih tertawa terpingkal-pingkal ketika menerima canda.

Sebagai kegiatan rutin bulanan, ia beserta balita yang lain hadir dalam kegiatan Posyandu untuk mengetahui perkembangan fisik terakhir. Perkembangan berat badannya tercatat dengan rutin pada sebuah buku. Kegiatan ini berlangsung tiap pertengahan bulan di bale banjar desa setempat.

Beberapa hari sebelumnya atau di hari itu juga para petugas imunisasi anak menginformasikan dengan cara datang kerumah-rumah untuk mengingatkan hadir.

Tercatat berat badan untuk bulan ini dari hasil timbang di balebanjar Adit memiliki berat 8,5 Kg dari hasil sebelumnya 8,2 Kg. Mengalami peningkatan hanya 3 Ons.

Pemberian berupa vitamin A yang di tetesin melalui bibir juga di dapat di bulan Maret dan Agustus. Adit masih  menunggu waktu pemberian imunisasi campak di bulan kesembilan yang akan datang.

Sebagai ASI tambahan ia masih  tetap menggunakan susu Procal S-26  produk dari Wyeth. Bubur bayi dengan rasa berbeda masih di rasa lebih enak di banding bubur bikinan yang pernah diberikan.

This entry was posted in Children. Bookmark the permalink.

One Response to Adit di Usia Delapan Bulan

  1. PanDe Baik says:

    Tumbuh Kembang masing"anak memang berbeda satu sama lainnya, minimal itu yang saya ketahui. MiRah putri kami bahkan baru bisa berjalan di usia 13 bulan pas, padahal kakak sepupulnya umur 11 bulan sudah muali belajar jalan. Jangan khawatir, anak-anak punya kemampuannya sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s