Yang Tersayang, Yang Terabaikan

Setelah lama sempat bungkam, personal blog yang awalnya mengedapankan cerita kisah si kecil Adit, kini kembali muncul untuk mengisi beragam kisah tentang tumbuh kembang putra pertama kami.

Alasan yang sangat beralasan atas tertundanya banyak kisah yang pada akhirnya terlewatkan dikarenakan Sang ayah sekaligus Si penulis blog ini disibukan dengan berbagai urusan, dipertengahan Februari dimana saat pertama kali menghuni rumah yang baru selesai dibangun tepatnya tanggal 14, hingga dengan urusan yang sifatnya saru gremeng ( samar – samar ), buntut-buntutnya hasilpun tidak jelas, imbasnya blog tidak ter-update maksimal dan kemampuan menulis perlahan memudar.

Untuk mengasah kembali serta melengkapai kembali cerita-cerita si kecil Adit akan saya awali ketika ia sudah mulai tumbuh gigi, dimana di bulan November 2011 yang merupakan bulan menjelang pernikahan pamannya  ( 5 Desember 2010 ) bertepatan dengan ulang tahun Adit yang pertama di warnai adanya tanda-tanda munculnya gigi seri.

Di saat ia minum air putih dengan gelas kaca sudah terdengar tek..tek..tek…merupakan suara sentuhan gelas dengan gigi bawah si Adit yang mulai terdengar dan malu-malu menampakan dirinya.

Kemunculan gigi pertama di bagian gusi bawah, kemudian dibarengi juga perkembangan selanjutnya berupa berusaha untuk bediri dan berjalan, tentunya masih di bulan yang sama Januari, rupanya disusul lagi dengan tumbuhnya gigi baru di bagian bawah, tepatnya di sisi kanan gigi pertamanya. Selanjutnya di bulan Februari gigi bagian atas kedua-duanya secara bersamaan muncul.

Melafalkan kata mbah paling sering terdengar, memanggil siapapun selalu mbaah yang di ucapkannnya, mangil bapak mbaah, mangil ibu mbaah, bahkan melihat mobil lewat mbaah celetuknya seraya menjulurkan telunjuk tangannya.

Justru malahan kata mamaah…,bappaaah….masih belum jelas terdngar bahkan agak jarang ia ucapkannya ketimbang kata mbaah tadi.

Kecakapan meniru perlahan sudah mulai nampak ia tunjukan, yang sederhana ia sudah bisa meniru suara binatang sapi, jika di tanya “suara sapi kenken dit?” ( suara sapi gimana dit? ), ia meresponnnya dengan suara aaarrkkhh,…seakan suara ditahan di dalam kerongkongan.

Sampai pernah ketika diajak jalan-jalan dengan mobil ataupun sepeda motor, perhatian yang dituju selalu sapi, paling gampang ia kenal.

Ketika diajak bersama-sama di perjalanan dalam kendaraan, diluar kesadaran kami Adit nyeletuk dengan suara aaarrkkhh,,,..kami pun bingung di buatnya, lalu spontan bertanya, mana ada sapi Dit?, setelah diamati ternyata benar sapi telah terlintas yang  nampak dari kejauhan saat kendaraan melaju dari sisi sampaing.

Soal pertumbuhan, dari hasil timbang badan yang rutin tiap bulannya menunjukan adanya penambahan yang tidak begitu drastis hanya saja menjelang ia belajar berjalan, berat badannnya tidak mengalami peningkatan, masih tetap, yakni di angka 8 kilogram.

Barangkali segitu dulu secuil kisah anak kami Adit yang sempat terlewatkan, jangan lupa nantikan cerita-cerita seru lainnya, okey ?

Untuk melengkapi kenangan si kecil, saya juga tampilkan video Adit saat mulai pertama berjalan melalui link You Tube

This entry was posted in Children. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s