Adit Usia 15 Bulan

Di usianya yang genap 15 bulan ini, Adit  rupanya sudah hampir sempurna melafalkan sebuah kalimat panggilan “ mba…pak ”, bahkan secara perlahan ia  sudah semakin benar menempatkan maksud dari kalimat tadi yakni sapaan buat sang ayah.Di kesempatan lain kami juga sering melatihnya agar ia lebih  mengenal sosok ayah dan ibu dari sebuah kalimat.

Ketika saya tanya, mamak mana Dit? Sembari tersenyum manis ia spontan menunjuk ke dada sang ibu, begitu sebaliknya sang ibu pun giliran bertanya, trus bapak mana? sembari berucap mba…pak…. Ia langsung mengarahkan telunjuk jarinya ke perut sang ayah.

Di bulan ini ia lebih cenderung ingat dan lebih senang menyebut-nyebut kalimat mba…pak, sedangkan kata mamak agak jarang terdengar. Sebelumnya ia bahkan lebih gemar menyebut-nyebut kata mbaah…yang nerupakan pangilan untuk seseorang yang dianggapnya kenal. Malahan kini kata mbaah..sudah semakin jarang ia ucapkan semenjak mengenal kata mbaa…pak.

Perkembangan yang lain dan sangat surprise bagi kami adalah kemunculan kata baru di bulan ini yaitu sebuah kalimat yang menandakan akan meminta sebuah sesuatu  yaitu iddiiih...yang artinya minta.

Kala itu, disaat  kami sedang membawa sesuatu makanan atau camilan serentak ia mendekat dan tiba-tiba berucap iddiiih…

Selanjutnya kami selalu menawarkan dengan sebuah pertanyaan ketika membawa sesuatu, minta dit? lalu ia menjawab dih…

Sebenarnya kata minta untuk  sebuah perintah si kecil  kami menerapkan dalam beberapa  bahasa, misal jika kami mengajaknya di tempat persembahyangan kami  selalu terapkan kalimat yang lebih halus kepadanya yaitu nunas yang artinya minta, merupakan bahasa dearah kami, kadang kami juga memakai bahasa Indonesia untuk menawarkan sesuatu yaitu minta dit?

Kemudian, disaat ia sedang merasa sakit perut pertanda akan mau buang air besar, maka ia akan menunjuk-nunjuk seakan mengarahkan seseorang dengan cara mengarahkan telunjuk tangannya kearah kamar kecil. Ini merupakan sebuah isyarat yang baru kami kenal

Ia juga sudah bisa merespon sebuah penolakan, begitu menemukan hal yang dirasa baginya tidak suka langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

Reaksi lain, kini ia sudah mampu menggunakan perangkat handphone sebagai mana mestinya, kendati ia tidak paham betul.

Mungkin bermodal dari perilaku mamanya setiap hari yang selalu di temuinya menerima telpon, ia sudah langsung bisa memperagakannya dengan cara menempelkan handphone di telinga ketika handphone sedang berdering.

Di sisi lain perkembangan yang tidak bisa hilang dan justru malah bertambah adalah sifat rewelnya. Dimana ketika telat membuatkannya susu ia kerapkali mengamuk dengan cara menangis dan meronta-ronta di tempat tidur. Bukan saja itu, ketika menjelang tidur ia lebih suka di kipas mengunakan selembar kertas, jika tidak ia akan gelisah bahkan menangis diminta agar dikipas sampai ia betul-betul terlelap.

Selain itu, menjelang mandi ia selalu saja menangis bahkan cenderung minta yang aneh-aneh. Misalnya jika dirinya berada di dekat bak mandi, ia akan langsung memilih menggunakan bak mandi sebagai arena bermainnya sembari berendam dan memainkan keran air menggunakan gayung, jika dilarang ia akan menangis menjadi-jadi sampai suaranya terdengar ke seluruh pekarangan bahkan ke tetangga.

Anehnya, di bulan ini ia kerap kali suka memukul muka atau dahi orang yang di kenalnya. Perilaku ini ia tunjukan disaat merasa bete atau kesal dengan sesuatu. Anehnya, setelah dapat memukul dengan hentakan tangannya kadang dibarengi dengan tawa dan canda.

Lucunya, disaat ia sedang gregetan akan lebih suka melampiaskannya dengan menggigit jari seseorang. Gigi seri yang baru berjumlah empat, yakni dua di atas dan dua di bawah lumayan membuat jari berbekas ketika kena gigitannya.

…..topi acan….adalah lagu kebangsaanya, merupakan lagu dari ciptaan ayahnya yang secara spontan lahir dari sebuah topi yang ia selalu kenakan. Topi acan yang dimaksud adalah sebutan topi model kepala macan yang dihadiahkan pamannya. Adit memiliki dua buah koleksi topi macan, topi ini sering ia gunakan tatkala naik motor atau bepergian jauh agar tidak masuk angin.

Berikut sekilas syair lagu Topi Acan

topi acan…chan…chan…chan
topi acan….chan…chan…chan
topi acan….chan…chan…chan

chan…chan..chan…chan…(  diakhiri jemari bersuara klik )

aaauuurrrrrgggghhh….( sambil memperagakan gaya menerkam )

Lagu ini kerap kali dinyanyikan disaat Adit baru habis mandi atau disaat ia sedang rewel.
Begitu mendengar lagu ini, kadang ia mengikutinya dengan mengepal-ngepalkan kedua tangannya sejajar dengan kedua telinga, hampir mendekati gaya  Om Sule jogged-joged di OVJ, namun tidak sesempurna gaya Om Sule.

Terakhir, dari hasil timbang badan berat Adit meningkat tiga Onces menjadi 9.9 kg.
Susu pertumbuhan yang digunakan masih sama. Adit menggunakan susu formula lanjutan produk import dari Wyeth tahap tiga yaitu Procal S-26. Dalam sebulan stok yang di habiskan 4 kotak untuk ukuran 900 gr.

Nah, mendekati usia 15 bulan kemarin, Adit sempat memotong rambutnya yang sudah semakin memanjang di Salon Agung Pekutatan. Model yang dipilih adalah gaya Mohawk, dimana sisa rambut yang di belakang dibiarkan seadanya agar nantinya nampak memanjang. Waktu dicukur ia menangis tidak henti-henti sampai akhirnya selesai dicukur, alhasil cukurannya lumayan rapi tidak sampai menimbulkan corak yang tidak enak dipandang mata.

*Hasil rekaman yang diambil dari kamera ponsel bisa di lihat di sini

This entry was posted in Children and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s