Adit di Usia 17 Bulan

Sekedar asal bunyi, perilaku itulah yang membuat Adit jadi bahan tertawaan ketika mengucap kata-kata aneh.

Itulah yang terjadi ketika Adit menginjak di usia 17 bulan. Kerap kali kata yang diucapkan tidak tepat pada sasaran yang di maksud.

Kata yang paling sering ia ucapkan adalah kata Bapak. Terkadang kata Bapak ia tujukan terhadap sesuatu yang salah. Misalnya ketika ketemu mobil ia langsung berucap Bapak sambil mengarahkan telunjuk jari ke benda yang dilihatnya. Entah mobil siapa selalu celotehnya Bapak.

Barangkali kata tersebut mengingatkannya akan benda yang pernah dibawa oleh Bapaknya juga bermaksud untuk memberitahukan bahwa itu adalah mobil milik Bapaknya.

Kemudian kata Mamak, disaat sedang asik bermain ia kerapkali mengucap kata Mamak berulang-ulang walaupun yang bersangkutan berada di dekatnya.

Yang lebih popular lagi kata  Embah, hampir disetiap aktifitas dan bahkan disaat sedang rewel kata Embah terucap. Menangis sambil nyebut-nyebut kata Embah hampir sering terdengar.

Konyolnya lagi ketika kata- kata asing diluar dugaan terlontar dalam bibir manisnya. Terakhir ia berucap Babon sambil menyebut-nyebut Mamak.

…Mamak, Babon…Mamak, Babon…

Spontan saja kami yang mendengar langsung dibuat ketawa oleh tingkahnya.

Begitu juga ayahnya, sering disebut-sebut Babai,

…Bapak, Babai…Bapak….Babai….

Kendati ia sering berucap seperti itu kami selaku orang tua tidak dibuat marah ataupun kesal, justru sebaliknya malah menjadi senang karena dalam tahap belajar ngomong akan tercipta sesuatu lucu dan menghibur.

Kami mengerti bahwa kata-kata yang diucapnya tidak sepenuhnya ia mengerti. Sebagai reaksi jika disaat sedang belajar ngomong selalu diarahkan ke tujuan yang jelas dengan cara memberitahu secara langsung.

Kami pun sering mengarahkan agar ia mampu menggunakan kata atau kalimat dengan benar walaupun tidak sempurna.

Belajar mengenal kata dimulai dari nama-nama anggota keluarga terdekat merupakan tahap dasar dalam proses belajar bicara. Begitu juga nama-nama benda dan binatang yang ada di lingkungannya agar mudah ditiru.

Misalnya Kakek – Cacek, Nenek- nyenyek, Mang Desi – maci, kemudian nama benda dan nama binatang kesayannya: Bola-Boya, Chelsea- Cesi. Semua kalimat tersebut diucapkannya dengan terbata-bata.

Selain belajar ngomong ia juga senang melihat layangan yang terbang. Kebetulan di bulan ini merupakan liburan masa sekolah dimana anak-anak banyak terlihat menerbangkan layang- layang. Disaat  layang –  layang tersebut dilihatnya, ia langsung bertingkah girang sambil teriak teriak oh..oh..oh…pertanda agar ikut memperthatikan apa yang telah dilihatnya

Perkembangan terakhir Adit sudah mampu mengurangi intensitas  ngompol di tempat tidur. Ia sekarang perlahan sudah mengerti, jika hendak ngompol sesempat mungkin ia luangkan dengan terbangun sambil menangis disaat ia tertidur.

Itu menandakan bahwa ia akan hendak ngompol. Kami pun dengan secepat kilat membawanya  keluar kamar tidur agar ia bisa pipis tanpa ngompol di celana. Terkadang hal ini kebablasan juga.

Hal lain yang sudah mulai nampak adalah jumlah gigi yang kian hari bertambah banyak, bahkan gigi belakang yang nantinya untuk mengunyah pun sudah mulai muncul. Kebutuhan akan mimik susu juga mulai nampak berkurang dibanding bulan-bulan sebelumnya yang sampai menghabiskan 4 kotak di tiap bulannya. Sekarang hanya bisa habis 3 kotak perbulan. Masih setia dengan susu S-26 produk dari Wyeth.

This entry was posted in Children and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s