Pesta Ulang Tahun Adit Kedua

Dua tahun sudah putra kami Aditya menemani dalam segala keceriaaan dan kerinduan. Di usianya yang genap dua tahun ini, tepatnya pada tanggal 5 Desember 2011. Kami ‘sedikit’ repot mempersiapkan ulang tahun yang menyenangkan untuknya. Kesempatan ini sekaligus perayaan ulang tahun yang pertama kali menghadirkan kue tart bertuliskan Happy Birthday Aditya plus pernak – perniknya. Semua acara berlangsung di rumah kami di desa Pulukan, disaksikan langsung oleh kakek – nenek serta mengundang teman – teman Adit yang tinggal disekitar rumah. Mereka sebagai tamu – tamu kecil, diantaranya Dedek, Chacha, dan Ayux Ped.

Pesta Ulang tahun yang kedua membawa kenangan tersendiri bagi Adit, mengingat di usia yang pertama ia tidak berkesempatan merayakan secara ceremonial lantaran saat itu pamannya sedang melangsungkan upacara pernikahan. Persiapan kue ulang tahun memang sudah kami rencanakan jauh – jauh sebelumnya. Selain kue ulang tahun juga tersedia beberapa camilan ( snack ), minuman teh botol, kembang api, kemudian balon yang disiapkan tepat pada hari ulang tahun berlangsung. Sebagian perlengkapan kami siapkan seiring berjalannya acara. Hampir keseluruhan rangkaian acara dibantu oleh Kadek Cenik yang saat ini tengah mengandung si jabang bayi, ia  merupakan isteri kedua pamannya Adit.

Setelah perlengkapan siap, semua nampak antusias dan gembira. Diantara kami bahkan sudah bersiap dengan penampilan rapi. Seperti yang dialami kakek dan neneknya Adit, pada kesempatan kali ini mereka terlihat sudah mandi dan menggunakan pakaian rapi. Tidak seperti hari biasanya, hari ini mereka tampil special untuk bersama – sama turut merayakan ulang tahun Adit sebagai cucu pertama mereka.

Sekitar pukul 6 sore acara dimulai lokasi diadakan di teras rumah, nampak dalam sebuah meja tamu ukuran sedang disana sudah ter set-up sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala di sekelilingnya. Lilin yang paling besar terpasang ditengah dengan symbol angka dua. Disekitarnya juga tersedia beberapa cemilan ( snack ) lengkap dengan soft drink dan teh botol. Tak luput dari perhatian kami hadirnya aksesories balon sebagai dekorasi yang tergantung ditiap sudut teras rumah. Nantinya balon – balon tersebut akan diletuskan beramai – ramai, balon – balon tersebut berisi potongan koran bekas didalamnya, nantinya tinggal di sulut dengan sebatang dupa yang menyala.

Sungguh gembiranya Adit ketika nyanyian ulang tahun berakhir disusul kembali dengan tiup lilin bersama. Aksi tepuk tangan saling mengiringi disambut sorak soraya yeeee... Semua aba – aba mulai dari nyanyi ulang tahun hingga pemotongan kue didampingi sepenuhnya oleh mamanya Adit. Suasana nampak riuh ketika lilin yang menyala padam satu persatu. Sesaat setelah potong kue berlangsung kembali suasana dibikin semarak dengan hadirnya atraksi Dedek membuat kegaduhan dari suara balon yang di letuskannya.

Si Dedek yang di pandu Kadek Cenik menghidupkan suasana untuk memecahkan balon – balon yang bergantungan ditiap sudut teras rumah. Satu persatu balon diletuskannya menggunakan sebatang dupa yang dusulutkan ke arah balon. Doer…doer…disambut sorak gembira anak- anak bahkan kami pun ikut bersorak. Tiap letusan balon menaburkan serpihan kertas yang sudah terpotong potong. Sekitar sepuluh balon lenyap tak berbentuk oleh aksi si Dedek. Selain Dedek, aksi pecah balon juga dicoba oleh Adit dibantu langsung oleh Kadek Cenik untuk turut meletuskannya. Hanya baru sekali letusan, Adit  malah meronta di pelukan Kadek Cenik meminta segera menjauh dari sumber letusan. Selain letusan balon, adit juga takut dengan suara petasan yang berasal dari kembang api. Kembang api yang sebelumnya kami siapkan tiga biji hanya sempat diletuskan satu biji lantaran Adit belum terbiasa mendengar letusan. Rupanya Adit kurang tertarik dengan suara letusan.

Hadiah

Hadirnya anak- anak dalam hari ulang tahunnya adit tidak juga membawa keceriaan bersama, namun juga membawa sebuah hadiah yang mereka kemas kedalam bingkisan  kado ukuran kecil untuk diberikan kepada Adit. Semua ini tentu tidak menjadi harapan penuh kami selaku sebagai orang tua. Kehadiran mereka sudah lebih dari  segalanya bagi kami. Mereka dengan iklas memberi hadiah yang mereka bawa masing masing. Sebagian besar mereka membawa bingkisan yang isinya mobil mobilan ( bibiwa, ucapan Adit untuk mengatakan mobil- mobilan ). Seperti yang terlihat saat itu Dedek dan Chacha memberikan Adit dua buah mobil – mobilan yang jenisnya sama hanya beda warna.

Yang lebih menarik lagi dan membuat kami terperangah, hadirnya sebuah durian yang merupakan sebagai bingkisan untuk Adit diberikan langsung oleh Ayux Ped ( maklum lagi musim durian ). Kesemuanya itu tidak terlepas dari peran orang tua mereka turut mendukung memberikan doa bagi anak kami. Begitu halnya hadiah yang mereka berikan, juga tidak terlepas dari apa yang menjadi bagian sumber penghasilan mereka sebagai orang tua. Seperti Dedek dan Chacha yang mana orang tua mereka sebagai pedagang, hadiah tersebut adalah bagian dari barang dagangan orang tuanya, begitu halnya Ayux Ped orang tua dia saat itu menjual durian di desa kami. Tentu bingkisan yang mereka hadirkan adalah bagian dari sumber pencaharian kedua orang tua mereka. Pada kesempatan ini hadir menjadi bingkisan dalam perayaan ulang tahun anak kami yang ke dua.

Yang paling wah!!! di usia yang genap dua tahun ini Adit menerima sebuah hadiah dari kakeknya, adalah sepeda roda empat. Yang mana hadiah tersebut di belinya sehari sebelum upacara Tumpek Landep ( Hari untuk memuja Sanghyang Pasupati ). Sepeda itu di beli kakek di kota Negara seharga Rp 400.000. Dalam upacara Tumpek Landep tersebut sepeda Adit bersama dengan tiga sepeda motor lainnya berbaris untuk turut di upacarai. Pada kesempatan perayaan Ulang Tahun berlangsung sepeda roda empat Adit juga turut hadir untuk ikut menyaksikan berlangsungnya acara ulang tahunnya yang kedua.

Saat ini Adit belum paham betul soal naik sepeda, ia baru belajar bagaimana cara naik dan turun dari posisi sepeda. Ia Juga belum paham bagaimana menjalankan fungsi tolakan pedal sepeda. Seringkali sepedanya dipapah bukan malah dinaikin, justru ia asik memapah sepeda bolak – balik di halaman rumah.

Sebagai harapan orang tua di hari Ulang Tahun yang ke dua agar Adit senantiasa diberi umur panjang, sehat jasmani dan rohani, tidak mudah sakit serta cepat bisa ngomong dan tidak rewel.
Ketika ulang tahun orangtua bisa hanya memberi pemahaman pada anak – anak bahwa lewat ulang tahun ini usia anak bertambah setahun. Dia makin besar dan menyampaikan konsekuensi menjadi anak yang sudah besar agar lebih sayang pada orang tuanya.

This entry was posted in Children and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s