Pergung dan Pisang Aneh di Hari Raya

Hari Raya Kuningan, kami  bersama keluarga mengunjungi tempat keramaian di lapangan Pergung dan Pohon Pisang Aneh di Desa Yeh Embang. Setelah bersembahyang di Pura Desa dan Pura Dalem, kami semua beregegas ganti pakaian adat. Rombongan dari Gumbrih telah bersiap di depan rumah sebanyak satu mobil.

Tanpa basa – basi semua diantara kami yakni Meme, Indra, Kade Okoh, dan Kade Tingting naik dalam satu mobil. Saya sebagai pengemudinya. Sementara Adi bersama mobil rombongan dari Gumbrih di dampingi nenek dan Mang Desi beserta keluarga  Bapak Gita. Siang itu matahari sangat begitu terik menyengat. Kami akhirnya tiba di Lapangan Pergung tidak bersamaan, lantaran tempat parkir yang  kurang memadai menghambat kebersamaan kami.

Aktifitas belanja untuk kaum ibu nampak sibuk dan fokus pada penjual kain kebaya. Suasana semakin sesak dan sumpek. Berjalan di lorong  diantara  kanan – kiri pedagang semakin siang terasa gerah dan panas. Atap  terpal sebagai pelindung lorong ketika hujan menambah tubuh terasa panas siang itu. Saya bersama dengan Adit hanya memilih nongkrong di pinggir jalan sambil melihat – lihat sesuatu menarik untuk si kecil.

Setelah mereka para ibu – ibu puas belanja, akhirnya kami kembali ke arah pulang. Berhubung masih belum sore kami semua dalam satu mobil termasuk Adit sepakat untuk mengunjungi salah satu dusun di Yeh Embang yang menyimpan keunikan sebuah pohon pisang berbuah aneh. Sedangkan rombongan Gumbrih meluncur untuk langsung menuju pulang ke desa Gumbrih.

Pisang aneh tersebut milik dari Bapak Made Dandra beralamat di Banjar Munduk Angrek, Jalan 45, Yeh Embang Kauh. Awalnya mereka tidak begitu ngeh tentang keberadaan pohon pisang tersebut.  Lantaran tumbuhnya di tanah miring, persis di belakang rumah keberadaannya nyaris terabaiakan. Kebetulan di tempat tumbuhnya pisang aneh tersebut merupakan sebagai tempat membuang sampah sehari -hari. Selain tumbuhnya diantara gundukan sampah, disana juga seringkali terhalang oleh tali jemuran yang membentang. Sehingga membuat pandangan siapa pun yang kebetulan disana terhalang pakaian yang dijemur.

Pohon pisang yang memiliki tinggi batang sekitar setinggi 2.5 meter dan berdiameter sekitar 10 cm tersebut keberadaan nya akhirnya diketahui oleh si istri. Pisang tersebut manampakan bentuk aneh, mampu berbuah 3 tandan serta memiliki tiga buah jantung keluar dari sebatang pohon pisang. Keluarga Made Dendra belum tahu pasti kapan buah pisang  miliknya itu bisa dipetik. Kabar keberadaan pohon pisang aneh pun menggemparkan warga. Beberapa media sempat datang dan meliput ke rumah Made Dandra.

Saya bersama keluarga akhirnya beruntung, tentu inilah untuk pertama kalinya menemukan secara langsung pohon pisang aneh. Kami sempat mengamati lebih dekat dan menyentuhnya sebagai perwujudan hormat kami terhadap alam yang memberikan beragam kehidupan di muka bumi sebagai tempat kita hidup.

This entry was posted in Story and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s