Bertemu Sosok ” Dolar ” Sang Legendaris

Sama - sama lihat jepretan kamera

Sama – sama lihat jepretan kamera

Rasanya sungguh terharu bercampur bahagia.  Ketika sorang perempuan, merupakan salah satu penghuni rumah milik Wayan “ Dolar “ Tama mengijinkan saya masuk. Saya pun bisa bertemu untuk pertama kali, kerumah Dolar di Bangli yang memiliki luas pekarangan sekitar  5 are.

Kesempatan ini merupakan bagian dari kegiatan saya untuk meliput kondisi terakhir pelawak legendaris yang kabarnya sedang terbaring sakit. Dia adalah Dolar, sosok kebanggan saya ketika masa – masa kecil dulu, begitu juga Petruk. Kala itu, seringkali saya menyaksikan pementasan Petruk dan Dolar dalam kesenian Drama Gong bersama keluarga. Baik itu secara langsung maupun dalam tayangan televisi.

Pelawak Dolar berusaha dihibur oleh anak dan cucu kesayangannya

Pelawak Dolar berusaha dihibur oleh anak dan cucu kesayangannya

Pada kesempatan ini, saya bisa bertatap muka langsung bahkan sempat berjabat tangan denganya.

Dalam obrolan singkat, saya ditemani pihak keluarga yang bersedia memberikan penjalasan terkait sakit yang ia derita. Kendati sakit, ia masih bisa berusaha melucu bahkan menghibur kerabat – kerabatnya. Sosok  Dolar yang dulunya nampak kekar dan enerjik  jelas berbeda dengan kondisi Dolar sekarang. Dilihat dari fisik, sudah nampak lemah, bukan kekar seperti ketika ia menghibur ratusan penonton dalam tiap pertunjukannya.

Sepintas memang mirip dengan kakek saya yang tinggal di Karangasem. Mereka sama – sama memiliki kulit keriput serta usia yang sudah mulai senja. Ketika berada di dekatnya,  sekilas muncul raut wajah kakek saya di Karangasem, walaupun muka tidak total sama.

Ini sungguh kesempatan berharga bagi saya, bisa menjenguk sang legendaris. Di akhir perbincangan, sebagai bentuk kepedulian.  Saya hanya bisa menghaturkan sedikit biaya berobat untuknya.

Dengan hati yang tulus, saya pun mendoakan agar beliau lekas sembuh dan bisa menjalani kehidupan selayaknya.

Hasil liputannya bisa klik di SINI

 

 

 

This entry was posted in Story and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s