Nginap di Terminal Ubung

Suasana ruang tunggu terminal Ubung

Suasana ruang tunggu terminal Ubung

Nginap pas tengah malam di terminal Ubung bukanlah sebuah keinginan, melainkan keterpaksaan. Alasan tersebut sekaligus sebagai jawaban dari beberapa teman yang menanyakan langsung via akun facebook, bahkan ada yang bertanya langsung di tempat saya bekerja.

Tentunya pertanyaan tersebut terkait alasan mengapa saya sampai tidak punya kerjaan menginap di terminal. Tentunya ini dianggap aneh bagi beberapa teman, hal ini saya lakukan bukanlah sebuah aksi untuk mencari sensasi.

Memang benar adanya, bahkan ketika update status di facebook sudah ada beberapa yang merespon sesaat setelah terbangun dari kursi tunggu di terminal Ubung.

Semua ini berawal dari rencana awal untuk kembali ke Ungasan. Liburan kali ini lebih banyak saya habiskan dalam serangkaian upacara ” Telu Bulanan ” anak kedua.  Seperti biasanya dari rumah desa Gumbrih saya berangkat. Sehari sebelum kembali ke bekerja, saya bersiap untuk menjaga angkutan umum tujuan Ubung. Tak terduga, sedari jam enam sore sampai akhirnya menunggu dua jam lebih di depan rumah, satu pun angkot tak ada yang lewat. Yang terlihat hanyalah kendaraan roda dua dari arah Gilimanuk. Kaki pun terasa pegel karena berdiri dan sesekali duduk dengan kursi yang sengaja disiapkan.

Berberapa jam kemudian terjawab sudah, melalui BBM ada teman satu group di sebuah portal berita online menyampaikan bahwa di jembatan Yeh Embang ada truk terguling. Pikiran pun kalut, hanya dua yang bisa terjadi. Antara berangkat malam ini atau besok paginya.

Tak lama berselang, ketika waktu telah mendekati pukul 22. 00 wita. Beberapa kendaraan roda empat dan  bus luar bali pun melaju kencang seakan mengejar waktu. Saya pun siaga dan fokus pada bus tujuan Denpasar. Tangan tak henti melambai setiap ada nyala lampu yang sekiranya adalah angkutan umum. Syukur – syukur ada bus Jawa yang berbaik hati berhenti, semua melaju tak perduli.

Saking laju tanpa sepasi panjang, satu bus YusA Darmadi lolos dari lambaian. S

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Nginap di Terminal Ubung

  1. pandebaik says:

    jadi inget novel Balada si Roy *uhuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s